Sporty Se7en official website | Members area : Register | Sign in
"Welcome to SPORTY SE7EN . . . We provide you the latest intresting and unique information about Sports"

THE MADRID HERO

THE MADRID HERO

UPDATED NEWS

« »
« »
« »
Get this widget

Total Page Views

My Watch

WHICH ONE'S THE BEST ??

WHICH ONE'S THE BEST ??
EL CLASSICO - its always full of drama, which one of them will be the BEST in the next season ?! Wait for it . .
SPORTY SE7EN-NEWS
Tampilkan postingan dengan label UEFA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label UEFA. Tampilkan semua postingan

Gilas Athletic Bilbao, Atletico Madrid Juara Liga Europa

Selasa, 10 Juli 2012

Dwigol Radamel Falcao yang dilengkapi aksi brilian Diego sukses membawa Atletico Madrid membekuk rival senegara, Athletic Bilbao, untuk menyegel gelar Liga Europa. Laga sengit antara dua tim Primera Liga Spanyol, Atletico Madrid dan Athletic Bilbao, di final Liga Europa menjadi milik Los Colchoneros. Radamel Falcao membawa Atletico unggul dua gol di babak pertama, kemudian Diego mencuri gol di menit-menit akhir saat Bilbao asyik menyerang. Kemenangan 3-0 pada laga yang dihelat di National Arena, Bucharest, Rabu (9/5) malam, sekaligus mengulang prestasi emas Atletico dua tahun lalu, saat membekuk Fulham di partai puncak. Striker asal Kolombia Falcao kembali menjadi pahlawan musim ini, setelah musim lalu dia juga membukan gol yang membawa Porto menjadi juara. Tambahan dua gol sekaligus mengukuhkannya sebagai topskor Liga Europa dengan 12 golnya sepanjang musim ini. Atletico tampil menyerang sejak menit awal dan langsung unggul saat laga memasuki menit ketujuh melalui aksi brilian Falcao. Falcao berlari dari sisi kanan dan sebelum menceploskan bola ke sudut gawang Gorka Iraizoz, mantan bintang Porto ini menunjukkan skill individu. Bilbao tidak mampu memberikan respons cepat atas gol Falcao dan Diego malah sempat membahayakan gawang Iraizoz namun sepakannya masih melebar di tiang gawang. Bilbao baru memperoleh kans menyamakan kedudukan melalui tendangan voli Fernando Llorente dari jarak dekat, tapi masih belum menemui sasaran. Iker Muniain kemudian memaksa Thibaut Courtois melakukan penyelamatan gemilang saat sepakan mendatar dari luar kotak penalti nyaris menjebol gawangnya. Sayang, sebelum akhirnya mampu menyamakan kedudukan Bilbao justru kembali tertegun oleh aksi Falcao di menit 34. Passing Arda Turan menjangkau Falcao yang berada dalam posisi menguntungkan yang sempat mengecoh Jon Aurtenetxe kemudian menggandakan keunggulan dari jarak dekat. Ini merupakan gol ke-29 Falcao di Liga Europa dari 29 laga. Pelan tapi pasti, tim besutan Marcelo Bielsa menemukan permainan terbaik di babak kedua dan menciptakan sejumlah peluang emas. Andoni Iraola dan Oscar de Marcos berada dalam posisi menguntungkan, sayang usaha keduanya belum membuahkan hasil. Susaeta juga nyaris memperkecil kedudukan di sisa 10 menit pertandingan, tapi tendangan mendatar dari sisi kanan masih bisa ditepis Courtois. Saat tengah asyik menyerang, Bilbao justru kembali kebobolan di sisa lima menit. Diego membawa bola dari luar kotak penalti, kemudian lepas dari kawalan tiga bek lawan dan melepaskan tembakan kaki kiri yang bersarang di sudut gawang Iraizoz. Bilbao pun harus mengakhiri petualangan di Liga Europa dengan air mata kesedihan, sementara Atletico justru menyabet gelar kedua dalam kurun waktu dua tahun.

Esteban Cambiasso: Kegagalan Bikin FC Internazionale Lebih Lapar

Setelah gagal total musim lalu, La Beneamata kini menatap musim anyar dengan rasa lapar dan amarah yang lebih tinggi untuk menggapai sukses. Tak pernah absen menyabet trofi sejak 2005/06, dengan puncaknya adalah prestasi fenomenal treble winners pada 2009/10, musim lalu FC Internazionale mesti mengecap kegagalan total di semua ajang. Di Serie A, Il Biscione harus puas finis di peringkat keenam, yang cuma membuahkan tiket Liga Europa. Sementara di Coppa Italia dan Liga Champions Inter mentok masing-masing di babak perempat-final dan 16 besar. Catatan itu pastilah mengecewakan semua orang di kubu Appiano Gentile. Meski begitu, gelandang Esteban Cambiasso menilai ada hikmah yang bisa dipetik Inter. Mereka jadi menatap musim anyar dengan rasa lapar dan amarah yang lebih tinggi untuk menggapai sukses. “Saya senang karena selalu ada sesuatu yang baru untuk memacu Anda. Mungkin pramusim adalah bagian tersulit dari suatu musim, tapi kami menghadapinya dengan rasa lapar yang tinggi,” kata pemain Argentina itu kepada Inter Channel. “Musim lalu saya sering bilang, tahun seperti ini mesti membantu kami belajar dari kesalahan-kesalahan dan memulai lagi. Terdapat amarah lebih ketika Anda tak mampu meraih gelar.” “Tentu saja, akan menyenangkan untuk terus meraih gelar selama lima, enam, atau bahkan 30 tahun, tapi tak ada tim yang dapat melakukan itu. Yang sempat kami capai sudah merupakan sesuatu yang seolah berada di luar dunia ini,” papar El Cuchu. “Apakah kami awalnya tak menghargai dengan tepat kemenangan-kemenangan tersebut? Ya, itu benar. Tapi itu benar-benar normal. Itu sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari.” “Orang-orang juga biasanya baru menyadari betapa pentingnya orang-orang yang dicintai ketika mereka tak lagi berada di sekitar,” pungkasnya.

AROUND THE WORLD IN 1 LOOK

free counters

Archives

ASMAUL HUSNA

" Read this one too "

Popular Entry

 
Diberdayakan oleh Blogger.